Jakarta, Dom Club Indonesia
—
Setelah sukses besar menggarap film Jumbo, Ryan Adriandhy kali ini kembali dengan karya terbarunya lewat
Na Willa
. Film ini tayang mulai 18 Maret di bioskop Indonesia.
Na Willa merupakan adaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo bertajuk Na Willa: Serial Catatan Kemarin (2012) yang mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang gadis kecil di Surabaya pada dekade ’60-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 hal yang mesti diketahui sebelum tonton Na Willa.
1. POV anak usia 6 tahun kala 1960-an
Cerita berpusat pada kehidupan seorang gadis kecil bernama Na Willa yang tinggal di sebuah gang di Surabaya pada era 1960-an. Latar ini disulap menjadi taman penuh keajaiban dari kacamata anak-anak.
Penonton akan dimanjakan dengan visual Gang Krembangan yang ikonis, seperti deretan rumah tua berasitektur lawas, jalanan sempit tempat anak-anak bebas bermain, hingga kemunculan transportasi jadul seperti becak dan sepeda tua.
Film ini secara konsisten menggunakan sudut pandang anak berusia enam tahun yang melihat dunia dengan kejujuran serta imajinasi tanpa batas.
Sebagai sosok yang aktif bertanya, Na Willa mencoba membedah aturan dunia orang dewasa yang sering kali terasa membingungkan bagi logika polosnya. Segala peristiwa, mulai dari momen jenaka hingga yang menyentuh hati, disampaikan secara jujur tanpa filter.
2. Ajakan nostalgia
Sutradara Ryan Adriandhy menyatakan Na Willa bukan hanya film anak-anak, melainkan tontonan lintas generasi. Ia berharap penonton bisa bernostalgia dan membawa pulang semangat masa kecil dalam keseharian setelah menonton.
“Aku berharap Na Willa ini teman-teman yang sudah dewasa, nonton dan ingat lagi rasanya jadi anak-anak dan semoga spirit jadi anak-anaknya itu ke bawa kembali ke keseharian teman-teman, ke teman-teman yang sedang menjalani hidup dewasa lagi,” kata Ryan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
“Ini film yang sangat aman dan harapannya begitu keluar bioskop kita kembali bahagia lagi, dan ingat gitu bahwa kita dulu punya sebuah lensa, lensa yang begitu jernih, yang begitu jujur, yaitu lensa ketika kita anak-anak.”
Lanjut ke sebelah…
3. Gandeng Laleilmanino
Trio pencipta lagu dan produser musik Laleilmanino kembali bekerja sama dengan sutradara Ryan Adriandhy untuk menggarap soundtrack film Na Willa.
Kolaborasi tersebut menyusul kesuksesan mereka saat bekerja sama dalam menghadirkan lagu Selalu Ada di Nadimu yang menjadi OST film animasi Jumbo (2025).
Dalam proyek live-action perdana Ryan tersebut, Laleilmanino menciptakan lagu berjudul Sikilku Iso Muni yang dibawakan Quinn Salman dan Prince Poetiray yang juga menyanyikan versi duet soundtrack Jumbo.
“Kalau waktu kami bikin lagu Selalu Ada di Nadimu di film Jumbo. Itu kami bicara soal menjabarkan perasaannya Don secara general ke publik. Jadi sebenarnya ada pengalaman pribadinya Don yang kami coba ejawantahkan menjadi lagu,” kata Nino.
4. Cerita Na Willa akan terus berlanjut
Kisah Na Willa dipastikan akan terus berlanjut. Bahkan sebelum film pertamanya resmi tayang pada 18 Maret 2026, tim produksi telah memberikan konfirmasi mengenai masa depan waralaba ini.
Sutradara Ryan Adriandhy dan produser Anggia Kharisma telah menyiapkan sekuel untuk memperluas dunia kecil Na Willa. Mengingat Reda Gaudiamo menulis Na Willa dalam beberapa buku seperti Na Willa , Na Willa dan Rumah Dalam Gang, serta Na Willa dan Hari-hari Ramai.
5. Bintang tamu dan post-credit
Dalam Na Willa, Ryan Adriandhy akan menghadirkan seorang bintang tamu spesial yang menjadi kejutan terutama mereka yang sudah membaca bukunya. Namun kalaupun belum, ada kejutan lainnya yang disiapkan Ryan dalam film ini, salah satunya adalah keberadaan post-credit scene di akhir film.
[Gambas:Youtube]
Add
as a preferred
source on Google
Na Willa Punya Kejutan dan Post-Credit?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: FOTO: Romansa Zendaya dan Robert Pattinson Jelang The Drama
Baca lagi: Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya Tewas Ditembak di Nabire
Baca lagi: Monchengladbach Lepas Kevin Diks ke Timnas Indonesia



