
Jakarta, Dom Club Indonesia
—
Gitaris band legendaris Queen,
Brian May
mengesampingkan kemungkinan kembali ke panggung
Amerika Serikat
(AS) dalam waktu dekat. Gara-garanya, AS di era pemerintahan Presiden
Donald Trump
yang dinilai berbahaya.
Melansir
Huffpost
, May mengatakan bahwa Queen bakal menghindari tampil di AS jika mereka memutuskan untuk menggelar tur mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Amerika saat ini adalah tempat yang berbahaya, jadi kami harus mempertimbangkan hal itu,” ujar May.
“Ini sangat menyedihkan, karena saya merasa Queen tumbuh di AS dan kami menyukainya. Tapi, Amerika tidak seperti dulu lagi,” tambah dia.
Menurut May, saat ini banyak orang berpikir dua kali untuk pergi ke AS.
Meski May tidak secara eksplisit menyebutkan iklim politik AS, Queen sebelumnya telah menentang penggunaan lagu hit mereka di tahun 1977, “We Will Rock You”, tanpa izin oleh Presiden Donald Trump di berbagai rapat umum.
Queen sendiri tampil di AS terakhir kali pada tahun 2023, sebagai bagian dari
Rhapsody Tour
. Sementara May sempat tampil selama mengejutkan dalam aksi Benson Boone pada Coachella tahun 2025 lalu.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone pada tahun 2024, May sempat mengisyaratkan keinginannya untuk beristirahat sejenak dari tur. Meski begitu, ia tetap ingin tampil di Las Vegas jika memungkinkan.
“Saya sangat tertarik dengan Sphere. Itu membuat pikiran saya bekerja. Saya duduk di sana menonton Eagles, dan berpikir, ‘Kita harus melakukan ini’,” ujarnya.
(asr)
[Gambas:Video Dom Club]
Baca lagi: Warga Amerika Serikat Meninggal saat Mendaki Taman Nasional Bali Barat
Baca lagi: Jokowi Siap Turun Gunung Demi PSI: Ke Kecamatan Saya Masih Sanggup
Baca lagi: Said Abdullah Soroti Independensi MSCI di Balik Anjloknya IHSG



