
Jakarta, Dom Club Indonesia
—
Cha Eun-woo
menarik perhatian publik dan aparat saat sedang menjalani wajib militer. Member ASTRO itu diduga melakukan penggelapan pajak hingga 20 miliar won atau setara Rp234,55 miliar (1 won=Rp11,73).
Namun, ahli menilai dugaan itu bukan hanya sekadar menghindari pajak besar, tapi juga kemungkinan pelanggaran yang disengaja, memicu perubahan tajam dalam sentimen publik pada aktor-penyanyi yang dulu tampak tak tercela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan itu muncul dari klarifikasi yang sampai saat ini belum jelas hingga keputusan Cha Eun-woo menggunakan jasa firma hukum ternama sambil menghindari tuduhan utama.
Situasi itu meningkatkan pengawasan dan menandakan bahwa dampak reputasi mungkin akan menyaingi hukuman finansial itu sendiri.
Berikut penjelasan dan kronologi kontroversi pajak Cha Eun-woo.
[Gambas:Video Dom Club]
Dugaan kesengajaan
Kim Myung-kyu selaku pengacara dan akuntan berbasis di Seoul berpendapat bukan hal yang aneh bagi selebriti berpenghasilan tinggi untuk mendirikan badan usaha guna mengurangi beban pajak mereka.
Di Korea, seperti diberitakan
Korea Herald
pada Selasa (27/1), pendapatan pribadi dikenakan pajak hingga 45 persen pada tarif tertinggi, sementara tarif pajak perusahaan dibatasi sekitar 20 persen.
Namun, efisiensi pajak tidak sama dengan penggelapan pajak, kata para ahli.
“Semua orang ingin meminimalkan pajak. Tetapi jika Anda mencoba hanya mengambil manfaat pajak tanpa menanggung biaya menjalankan bisnis nyata, seperti mempekerjakan staf atau mengoperasikan kantor, itu sudah melewati batas dan masuk ke penggelapan pajak,” tulis Kim Myung-kyu.
‘Malaikat maut korporasi’ turun tangan
Perkara dugaan penggelapan pajak Cha Eun-woo ditangani Biro Investigasi 4 Kantor Pajak Seoul. Hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi artis tersebut.
Biro Investigasi 4 Kantor Pajak Seoul tercatat jarang menangani perkara individu. Biro itu selama ini dikenal sebagai sayap penegakan hukum elite bahkan “malaikat maut korporasi.”
“Unit ini diaktifkan ketika pihak berwenang menilai suatu kasus melibatkan struktur yang kompleks, jumlah yang luar biasa besar, atau pola penghindaran pajak yang tidak lazim,” kata seorang pejabat industri pajak yang memahami organisasi internal NTS.
Meskipun biro tersebut terutama menangani investigasi perusahaan, mereka dapat turun tangan jika suatu kasus dianggap cukup signifikan.
Namun demikian, keterlibatan langsung dalam kasus pajak selebriti tetap jarang terjadi. Kim Myung-kyu mengatakan keterlibatan biro tersebut menambah bobot potensi kesengajaan dari pihak Cha Eun-woo.
“Pengerahan Biro 4 merupakan sinyal kuat bahwa badan pajak melihat ini bukan sebagai kesalahan sederhana, tetapi sebagai kasus dugaan penggelapan pajak yang disengaja.”
Restoran belut keluarga Cha Eun-woo
Kasus ini pertama kali muncul setelah media lokal melaporkan Cha Eun-woo menjadi subjek penyelidikan intensif oleh Kantor Regional Seoul dari Dinas Pajak Nasional pada awal 2025.
Investigasi tersebut menghasilkan penilaian pajak tambahan sebesar 20 miliar won, termasuk pajak dasar yang belum dibayar dan komponen penalti, yang terkait dengan perusahaan manajemen yang dimiliki oleh ibu Cha Eun-woo.
Entitas milik keluarga tersebut dilaporkan teridentifikasi selama inspeksi rutin terhadap Fantagio, agensi yang mengelola Cha Eun-woo dan grup K-pop-nya, ASTRO.
Pihak berwenang menyoroti struktur pendapatan tersebut setelah menemukan bahwa penghasilan Cha Eun-woo dibagi tiga, yakni Fantagio, Cha Eun-woo, dan perusahaan ibunya, pengaturan yang dianggap tidak lazim untuk artis yang terikat kontrak.
Pertanyaan semakin mendalam setelah alamat perusahaan yang terdaftar tersebut adalah restoran belut di Ganghwado yang dimiliki orang tua Cha Eun-woo.
Setelah skandal pajak tersebut, pengguna online juga memunculkan kembali unggahan lama yang menunjukkan Cha Eun-woo mengunjungi restoran tersebut, yang kemudian digunakan untuk tujuan promosi.
Lanjut ke sebelah…
Akuntan pajak Moon Bora menyoroti pendaftaran restoran belut sebagai badan usaha milik keluarga yang mengurus pendapatan Cha Eun-woo.
“Sulit dipercaya bahwa restoran belut kecil dapat mengelola bintang besar seperti Cha Eun-woo. Kesenjangan antara jenis bisnis dan lokasinya terlalu besar,” kata Moon Bora.
Para ahli juga menggarisbawahi restrukturisasi hukum perusahaan pada 2024, ketika perusahaan tersebut beralih dari korporasi menjadi perseroan terbatas pada saat yang sama ketika pindah ke restoran belut, sebagai tanda bahaya yang kritis.
“Tidak seperti korporasi, perseroan terbatas tidak tunduk pada persyaratan pengungkapan publik atau audit eksternal wajib,” kata Moon Bora.
“Perubahan itu akan menimbulkan kecurigaan di lembaga pajak, menandakan upaya untuk menghindari pengawasan peraturan daripada sekadar upaya efisiensi pajak.”
[Gambas:Video Dom Club]
Angka fantastis
Dengan 20 miliar won, angka tersebut menandai pungutan pajak yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang selebriti Korea dan menonjol bahkan menurut standar global.
Besarnya tagihan pajak juga memicu pertanyaan tentang pendapatan Cha Eun-woo yang sebenarnya.
Meskipun angka pastinya belum diungkapkan, laporan memperkirakan penyanyi, aktor, dan model itu menghasilkan setidaknya 80 miliar won atau Rp941 miliar dalam periode 2022-2024 yang dibagi antara Cha Eun-woo, perusahaan ibunya, dan Fantagio.
Laporan media mencatat hanya segelintir bintang internasional yang menghadapi kasus penggelapan pajak lebih besar, salah satunya adalah Fan Bingbing dengan 883 juta yuan pada 2018.
Kemudian disusul penyelesaian €16,8 juta yang diterima dari bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo pada tahun yang sama.
Kontras di dalam negeri bahkan lebih mencolok. Sebelum Cha Eun-woo, kasus pajak terkait hiburan terbesar melibatkan ibu aktor Jang Geun-suk, yang membayar sekitar 5 miliar won dan menerima hukuman penjara percobaan dalam kasus pajak berbasis struktur yang serupa.
Preseden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Cha Eun-woo dan keluarganya dapat menghadapi hukuman yang lebih berat, termasuk kemungkinan hukuman penjara, jika niat akhirnya terbukti.
Wajib militer
Setelah merunut kejadian tersebut, banyak pihak berspekulasi Cha Eun-woo mulai jalani wajib militer pada 28 Juli 2025 untuk menghindari penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penggelapan pajak.
Fantagio menolak klaim tersebut dengan mengatakan Cha Eun-woo mendaftar karena ia tidak dapat lagi menunda wajib militernya.
“Masalah intinya adalah apakah perusahaan yang didirikan oleh ibunya memenuhi syarat sebagai entitas pajak substantif, dan kasus ini belum selesai,” kata badan tersebut.
Mereka menambahkan bakal menangani masalah interpretasi hukum melalui prosedur formal. Cha Eun-woo masih memiliki sekitar satu tahun lagi dalam dinas militernya.
Langkah selanjutnya
Cha Eun-woo telah memperkuat pembelaan hukumnya dengan menyewa Shin & Kim LLC, salah satu firma hukum papan atas Korea, dan telah secara resmi menantang penilaian badan pajak melalui permintaan peninjauan awal.
Jika pihak berwenang menyimpulkan struktur tersebut melibatkan manipulasi aktif, kasus itu dapat meningkat menjadi penggelapan pajak kriminal.
Berdasarkan hukum Korea, penggelapan pajak yang melebihi 1 miliar won dapat dikenakan hukuman penjara minimal lima tahun atau seumur hidup, dengan hukuman percobaan umumnya tidak tersedia di atas tiga tahun.
Meskipun hukuman yang lebih berat tampaknya tidak mungkin pada tahap ini, tanggung jawab tetap bergantung pada apakah niat telah terbukti.
“Bahkan niat tidak langsung atau konstruktif pun dapat dianggap cukup menurut hukum pajak,” kata seorang ahli pajak yang meminta anonimitas. “Cha Eun-woo tetap menjadi penerima manfaat akhir dan penandatangan perjanjian-perjanjian penting.”
Perkiraan Pendapatan Cha Eun-woo
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Atalia Sorot Angka Pernikahan Nasional Turun: Saya Tentu Bukan Contoh
Baca lagi: Hamnet, Nominasi Film Terbaik Oscar Tayang Februari di Indonesia
Baca lagi: KPK Minta Alat Canggih ke DPR Agar OTT Lebih Masif



