Nostalgia 25 Tahun Shaolin Soccer Karya Stephen Chow

Daftar Isi

Apa itu Shaolin Soccer?

Sinopsis Shaolin Soccer

Rekor Shaolin Soccer

Jakarta, Dom Club Indonesia

Stephen Chow

kembali dengan proyek terbarunya di layar lebar melalui

Kung Fu Soccer

. Film tersebut hadir 25 tahun setelah film legendarisnya, Shaolin Soccer, tayang perdana pada 2001.

Shaolin Soccer merupakan satu dari banyak proyek yang berhasil melambungkan nama Stephen Chow sebagai sineas sekaligus aktor kenamaan Hong Kong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Shaolin Soccer?

Shaolin Soccer merupakan film yang disutradarai sekaligus dibintangi Stephen Chow. Film yang dirilis pada 2001 ini menjadi salah satu karya paling ikonis dan menjadi titik penting dalam karier Stephen Chow.

Komedi olahraga slapstick Stephen Chow sukses besar di Hong Kong dan memperkenalkan gaya khas Chow kepada penonton internasional.

Kesuksesan Shaolin Soccer mengukuhkan nama Stephen Chow sebagai sineas papan atas Asia dan menjadi batu loncatan bagi karya-karya populernya, seperti King of Comedy (1999), Kung Fu Hustle (2004) dan CJ7 (2008).

[Gambas:Video Dom Club]

Sinopsis Shaolin Soccer

Cerita Shaolin Soccer mengikuti kisah Sing (Stephen Chow), seorang ahli kung fu Shaolin yang bercita-cita memperkenalkan manfaat seni bela diri tersebut kepada masyarakat.

Namun, mimpinya tak pernah mendapat perhatian hingga ia bertemu Fung (Ng Man-tat), mantan bintang sepak bola yang kariernya hancur akibat pengkhianatan rekan setimnya.

Melihat kemampuan luar biasa Sing, Fung mengajaknya membentuk tim sepak bola yang memanfaatkan teknik kung fu di lapangan.

Sing kemudian mengumpulkan kembali lima saudara seperguruannya yang telah lama meninggalkan dunia Shaolin. Meski awalnya enggan, mereka akhirnya bersatu dan membentuk Team Shaolin.

Berkat kemampuan bela diri yang unik, Team Shaolin tampil perkasa dan melaju hingga partai final turnamen sepak bola. Di laga penentuan, mereka harus menghadapi Team Evil, tim kuat milik Hung yang menggunakan cara-cara curang demi meraih kemenangan.

Dengan bantuan Mui (Zhao Wei), seorang ahli tai chi yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Sing, Team Shaolin berjuang mengalahkan lawan mereka dalam pertandingan penuh aksi, komedi, dan jurus-jurus spektakuler.

Rekor Shaolin Soccer

Film ini meraih pendapatan box office fantastis di Hong Kong. Di bioskop Hong Kong, Shaolin Soccer meraup pendapatan HK$60.739.847, menjadikannya film terlaris dalam sejarah kawasan tersebut pada saat itu.

Rekor tersebut bertahan hingga 2004 ketika dipecahkan film Stephen Chow berikutnya, Kung Fu Hustle. Shaolin Soccer memperoleh pendapatan kotor di seluruh dunia sebesar US$42.776.760.

Selain sukses secara komersial, Shaolin Soccer juga menuai berbagai penghargaan.

Film tersebut memborong tujuh piala di Hong Kong Film Awards 2002, termasuk kategori Best Film, Best Director untuk Stephen Chow, Best Actor untuk Stephen Chow, Best Supporting Actor untuk Wong Yat-fei, Best Sound Effects, Best Visual Effects, dan Outstanding Young Director untuk Stephen Chow.

Shaolin Soccer juga meraih penghargaan Best Picture di Golden Bauhinia Awards 2002 dan Hong Kong Film Critics Society Awards 2001.

Shaolin Soccer juga dinobatkan sebagai Best Foreign Language Film oleh Blue Ribbon Awards.

[Gambas:Youtube]

Lebih dari dua dekade setelah dirilis, Shaolin Soccer masih dikenang sebagai salah satu film komedi olahraga yang begitu legendaris.

Kini, kehadiran Kung Fu Soccer akan membuat banyak penonton kembali bernostalgia dengan film yang melambungkan nama Stephen Chow tersebut karena membawa kembali kisah sepak bola yang dipadukan dengan bela diri.

Kung Fu Soccer tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Agustus.

(van/chri)

Baca lagi: Detik-detik Horor Murid Sekolah Thailand Sembunyi saat Penembakan

Baca lagi: Sinopsis Flex x Cop 2, Aksi Detektif Chaebol Lawan Musuh Baru

Baca lagi: Bank Mandiri Konsisten Perluas Manfaat Lewat Program Sosial Lingkungan

3 Responses

  1. Pengalaman saya di lapangan memang menunjukkan hal yang serupa. Ketika strategi ini dijalankan dengan konsisten, hasilnya bisa melebihi ekspektasi awal. Artikel ini berhasil memvalidasi apa yang selama ini saya rasakan.nona 88 link alternatif

  2. Tulisan ini sangat menyentuh pengalaman nyata saya sehari-hari. Sering kali kita terlalu fokus pada hal-hal besar sampai lupa bahwa fondasi mendasar seperti yang ditulis di artikel inilah yang paling menentukannona 88 maxwin parah

  3. Gagasan-gagasan yang disampaikan di dalam artikel ini sangat visioner namun tetap membumi. Penulis paham betul konteks tantangan zaman dan mampu menawarkan solusi adaptif yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan milenium 88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: