Salmokji Debut di Indonesia, Salip Catatan Opening di Korea

Jakarta, Dom Club Indonesia

Film horor Korea yang viral,

Salmokji

, resmi tayang di Indonesia sejak Jumat (1/5). Proyek terbaru dari Kim Hye-yoon tersebut berhasil masuk Top 3 film yang paling banyak ditonton di Indonesia kemarin.

Mengambil momentum hari libur nasional May Day, filmĀ tersebut langsung tancap gas dan mencatatkan angka penonton yang sangat signifikan di hari pertamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data

Cinepoint

saat diakses Sabtu (2/5), Salmokji berhasil meraup 139.601 penonton dari 4.082 jumlah pertunjukan yang tersedia di Indonesia pada hari pertama penayangannya kemarin.

Angka itu terbilang fantastis untuk sebuah film horor mancanegara yang baru saja menapakkan kakinya di layar lebar lokal.

Cinepoint adalah platform data dan aplikasi yang menyajikan statistik industri perfilman di Indonesia secara real-time, mulai dari jumlah penonton hingga jumlah jam tayang sebuah film-film yang tayang di bioskop Indonesia.

[Gambas:Video Dom Club]

Antusiasme penonton Indonesia ini bahkan melampaui performa awal film tersebut saat pertama kali dirilis di Korea Selatan.

The Chosun Daily

pada 9 April memberitakan Salmokji mengumpulkan 89.912 penonton saat debut di Korea pada 8 April, termasuk dibandingkan akumulasi 116.825 penonton jika ditambah total penonton pre-screening.

Artinya, jumlah penonton di Indonesia pada hari pertama penayangannya jauh lebih tinggi dibandingkan saat pembukaan di Korea.

Pencapaian ini membuktikan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap genre horor Korea masih sangat tinggi, apalagi didukung dengan momen libur panjang yang membuat semakin banyak orang datang ke bioskop.

Berdasarkan data Cinepoint, Salmokji menempati posisi ketiga dari film yang ramai ditonton pada 1 Mei. Film horor Korea itu tepat berada di bawah Ghost in the Cell dan Dilan ITB 1997 pada hari itu.

Salmokji menceritakan kisah kru film yang mengunjungi sebuah waduk untuk syuting ulang setelah sesosok misterius tertangkap kamera pemetaan jalan (street view).

Semua bermula ketika kru film yang merekam pemandangan jalan dikirim ke waduk terpencil untuk merekam ulang akibat rekaman sebelumnya dianggap tidak dapat digunakan karena distorsi visual yang tidak dapat dijelaskan.

Dipimpin oleh Soo-in (Kim Hye-yoon), tim tersebut mendokumentasikan jalan dan lanskap di sekitarnya, tetapi selama peninjauan rutin rekaman, mereka memperhatikan sosok-sosok asing.

Film dengan label usia D17+ ini tayang di bioskop Indonesia sejak 1 Mei.

[Gambas:Youtube]

(chri)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: China Desak Gencatan Senjata Perang di Iran Dipertahankan

Baca lagi: Bos DJP Pede Setoran Pajak Melaju Kencang Tahun Ini

Baca lagi: Partai Ummat Sesalkan Pernyataan Amien Rais: Dia Off Side

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: