Sinopsis Kokuho, Ambisi Anak Yakuza Jadi Kebanggaan Negara

Jakarta, Dom Club Indonesia

Kokuho

merupakan film historical drama Jepang yang dibintangi Ryo Yoshizawa dan Ryusei Yokohama. Film itu hasil adaptasi novel karya Shuichi Yoshida terbitan 2018 yang digarap sutradara Lee Sang-il (Wandering).

Film dibintangi menceritakan perjalanan seorang anak yakuza diasuh aktor kabuki besar, berjuang lewat persahabatan, pengkhianatan, dan dedikasi untuk jadi kokuho atau “kebanggaan negara.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sinopsis Kokuho.

Kokuho menceritakan

kabuki

terkenal, Hanai Hanjiro II (Ken Watanabe), mengunjungi kelompok yakuza Tachibana untuk acara Tahun Baru.

Selama acara tersebut, Kikuo Tachibana (Sōya Kurokawa), putra pemimpin kelompok Tachibana, menampilkan pertunjukan kabuki. Kikuo saat itu menjadi

onnagata

atau laki-laki yang memerankan karakter perempuan.

Penampilan

onnagata

Kikuo membuat Hanjiro terkesan, dan ia meminta berbicara dengannya setelah pertunjukan.

Namun, belum lagi sempat berbicara, sekelompok yakuza menyerang dan membunuh orang tua Kikuo dan seluruh anggota yakuza Tachibana.

[Gambas:Video Dom Club]

Beberapa waktu setelah itu, Hanjiro kemudian membawa Kikuo masuk ke keluarganya dengan niatan mendidiknya menjadi kabuki terutama onnagata, karena menyadari remaja tersebut memiliki talenta untuk itu.

Namun, rencana tersebut sesungguhnya ditentang istri Hanjiro, Sachiko (Shinobu Terajima), terlebih lagi mereka sebenarnya sedang menyiapkan anak laki-lakinya, Shunsuke (Keitatsu Koshiyama), sebagai penerus.

Sachiko khawatir dengan latar belakang yakuza Kikuo dan statusnya sebagai orang luar. Kekhawatiran itu muncul karena garis keturunan sangat dihargai di dunia Kabuki.

Kikuo kemudian diberi nama panggung Toichiro dan mulai berlatih bersama Shunsuke yang memiliki nama panggungnya Hanya, putra Hanjiro dan pewaris keluarga Tanba-ya di kabuki.

Dibesarkan bersama, keduanya membentuk ikatan persaudaraan dan persaingan saat mereka menjalani pelatihan yang ketat. Shunsuke menyadari ayahnya seperti lebih mengapresiasi penampilan Toichiro daripada dirinya.

Sementara itu, Kikuo atau Toichiro memendam rasa iri kepada Shunsuke karena berasal dari keluarga kabuki dan memiliki lingkaran yang akan selalu melindunginya.

Ketika dewasa, Kikuo (Ryo Yoshizawa) dan Shunsuke (Ryusei Yokohama) pun kerap tampil bersama sebagai onnagata duo dengan nama Dua Han atau Han-han.

Namun, permasalahan dimulai ketika Hanai Hanjiro II sakit hingga tidak bisa tampil, dan malah memilih Kikuo sebagai penggantinya.

Kokuho tayang perdana dalam Director’s Fortnight 78th Cannes Film Festival pada 18 Mei 2025. Film tersebut telah menghasilkan sedikitnya US$125 juta di Jepang dan membuatnya jadi film live-action terlaris Jepang.

Film berdurasi hampir tiga jam ini dipilih untuk menjadi perwakilan Jepang ke Piala Oscar untuk bisa masuk nominasi Best International Feature Film, masuk shortlist tapi tidak ke nominasi resmi.

Namun, Kokuho berhasil masuk nominasi Best Makeup and Hairstyling Piala Oscar 2026, dan akan bersaing dengan Frankenstein, Sinners, The Smashing Machine, hingga The Ugly Stepsister.

Menang atau tidaknya Kokuho dapat diketahui dalam malam penganugerahan Piala Oscar 2026 pada 16 Maret pukul 06.00 WIB.

Kokuho tayang mulai 18 Februari di bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(chri)

Baca lagi: Rupiah Melemah ke Rp16.848 per Dolar AS Jumat Pagi

Baca lagi: Vingroup dan Vinhomes Masuk Time Asia-Pacific’s Best Companies 2026

Baca lagi: Komisi III DPR Sentil Jokowi Klaim Tak Teken RUU KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: